PKB Madina Gelar Tahlilan atas Wafatnya Gus Dur
*zamharir rangkuti
MedanBisnis – Panyabungan
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar acara Tahlilan selama tiga hari/malam atas wafatnya Deklarator PKB KH Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur. Acara yang dimulai Sabtu malam (2/1) itu digelar di sekretariat DPC PKB Madina Jalan Merdeka Noomor 141 A Panyabungan.
Turut hadir dalam tahlilan tersebu Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar, seluruh pengurus DPC, pengurus PAC, kader-kader dan simpatisan PKB, anggota DPRD Madina dari PKB seperti H Ja’far Suhairi Nasution, Abdurrahman Nasution, Ir Zubeir Lubis serta dari kalangan masyarakat Panyabungan.
Khoiruddin Faslah Siregar usai tahlilan mengungkapkan, rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke 4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 30 Desember 2009 lalu.
“Segenap keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Partai Kebangkitan Bangsa sangat merasa kehilangan dan berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya Deklarator Partai Kebangkitan Bangsa Bapak KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita sapa Gus Dur,” ujar Faslah.
Lebih lanjut Faslah menjelaskan, untuk mengenang Ketua Dewan Syura DPP PKB yang juga mantan Ketua Dewan Tanfidz NU yakni KH.Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, DPP PKB pun sudah mengintruksikan kepada pengurus PKB di semua tingkatan untuk melaksanakan pengibaran bendera setengah tiang dan melaksanakan tahlilan.
“Dalam menyahuti hal tersebut, DPC PKB Madina insya-Allah mengadakan acara tahlilan tiga malam berturut-turut untuk mengenang pengabdian dan bakti Gus Dur kepada NU, PKB, Bangsa dan Negara Republik Indonesia,” jelasnya.
Sementara Ketua Fraksi PKB Suhairi Nasution menyampaiakan banyak pengalaman yang tak terlupakan oleh mereka sebagai kader partai sehingga sosok Gus Dur sangat melekat bagi mereka. “Masukan positif juga banyak diberikan kepada bangsa ini seperti reformasi media massa, repormasi pemerintahan, ditambah semangat beliau yang luar biasa dalam berbicara tidak terlepas dari kepentingan rakyat,” jelasnya.

