Ruas Tol Kanci-Pejagan Siap Operasional
MedanBisnis – Jakarta
Ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 km telah siap beroperasi, setelah pada 16 Desember 2009 diserahterimakan dari PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan fisik kepada PT Bakrie Toll Road (BTR) selaku pemegang konsesi.
“Dengan serah terima (professional hand over/PHO) berarti semua kelengkapan tol Kanci-Pejagan sudah dipenuhi PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktor,” kata Direktur Utama PT Bakrie Toll Road, Harya M Hidayat di Jakarta, Selasa (22/12), saat ditanyakan wartawan.
Harya mengatakan, pembangunan fisik semua kelengkapan jalan tol mulai dari badan jalan, bahu jalan, rambu lalulintas, penunjuk arah, marka jalan, gerbang tol, serta kantor operasi seluruhnya sudah diselesaikan.
Sehingga, kata Harya, pihaknya secara resmi sudah mengirim surat kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk dapat menurunkan Tim Teknis Uji Layak Operasi (ULO). Surat tersebut sudah dijawab BPJT pada Selasa (22/12) dan menjanjikan untuk menerjunkan tim ke lokasi.
Harya menjelaskan, dengan ditekennya berita acara serah terima (PHO), itu berarti seluruh kelengkapan tol mulai dari konstruksi sampai kelengkapan pendukungnya sudah diselesaikan.
Harya mengatakan, ruas tol Kanci-Pejagan juga sudah terkoneksi dengan jaringan listrik PLN. Namun, meski pembangunan fisik sudah rampung, untuk sementara waktu pengoperasian gerbang tol masih menggunakan diesel. Setelah benar-benar beroperasi barulah semuanya menggunakan aliran listrik dari PLN.
“Kami menunggu kepastian dulu beroperasi sebelum dialiri listrik PLN. Jangan sampai nanti bayar abodemen tetapi tol belum beroperasi, tujuan penggunaan genset selain sebagai cadangan juga sebagai persiapan sebelum beroperasi penuh,” ujarnya.
Harya mengatakan, ruas tol Kanci-Pejagan mendapat jaminan penuh dari kontraktor dengan menggunakan paket tahun jamak atau lebih dari satu tahun. Sehingga, jika nantinya masih memerlukan perbaikan, masih dalam jaminan kontraktor Adhi Karya.
Tol Kanci – Pejagan menggunakan konstruksi jalan dengan teknologi “Precast Prestress Concrete Pavement” (PPCP)” atau beton cetak yang ditarik dalam pemasangannya sehingga membuat pembangunannya berjalan lebih cepat serta kualitas yang jauh lebih baik.
BPJT sebelumnya udah menuntaskan pengaturan lalulintas dengan Tol Palimanan-Kanci yang nantinya akan menyambung dengan tol Kanci-Pejagan, sehingga saat beroperasinya tidak ada masalah terkait dengan pengaturan lalulintas.
Tol Kanci-Pejagan merupakan salah satu ruas tol yang menjadi target harus diselesaikan dalam program 100 hari kerja Menteri Pekerjaan Umum. Namun, belum genap 100 hari, kenyataannya dengan adanya PHO tersebut tol ini dapat dirampungkan sebelum Desember 2009.
Harya menargetkan, seandainya tim kelayakan operasi dapat bekerja cepat dan efektif maka diperkirakan awal Januari 2010 ruas tol ini sudah dapat digunakan masyarakat umum. (ant)

