Pemerintah Minta Bulog Distribusikan Non-Beras
MedanBisnis – Jakarta
Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong jajaran direksi baru Perum Bulog bisa fokus menambah produk yang didistribusikan, seperti komoditas jagung, kedelai, gula dan minyak goreng.
“Ke depan harus kita siapkan Bulog tidak hanya distribusi beras saja, tetapi juga kedelai, gula dan jagung,” ujar Menneg BUMN, Mustafa Abubakar usai melantik Dirut Bulog Sutarto Alimoeso di kantor pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/11).
Ia mengatakan, pendistribusian bahan pangan lainnya yang non-beras itu membutuhkan sinergi dan kordinasi yang baik dengan BUMN lain juga departemen terkait, seperti Departemen Pertanian. “Hal ini sebagai amanat Presiden agar Bulog membantu dalam ketahanan pangan nasional, mencakup tidak hanya beras tapi komoditas lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, selain Direktur Utama Bulog, Mustafa juga melantik Sutono sebagai Direktur Pelayanan Publik Bulog, Abdul Waries Paritiwir sebagai Direktur SDM dan Umum Bulog, serta Dedi S Kodir sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha. “Manajemen baru ini diharapkan bisa menempuh jalan ke sana (distribusi komoditas lainnya) dimulai dari sekarang,” jelasnya.
Menurutnya, selain menjadi sinergi BUMN, kegiatan pendistribusian komoditas tersebut juga diharapkan bisa menstabilkan harga jual komoditas yang bersangkutan. “Sinergi dengan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) dan RNI (PT Rajawali Nusantara Indonesia) diharapkan mampu membatu efisiensi lewat bantuan distribusi, sehingga menambah nilai keekonomiannya,” ungkapnya.
Siap Tangani
Terkait permintaan itu, Perum Bulog menyatakan siap untuk menangani distribusi komoditas pangan non beras terutama kedelai, minyak goreng, jagung dan gula. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, selama ini perusahaan milik negara itu telah berpengalaman mendistribusikan komoditas pangan non beras.
“Karena selama ini sudah punya pengalaman, kalau itu memang diberikan tugas kepada Bulog, saya pikir kita all out (lakukan sepenuhnya),” katanya usai pelantikan dirinya oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Sutarto yang saat ini masih menjabat Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian menggantikan Dirut Perum Bulog yang sebelumnya dipegang Mustafa Abukar. Menyinggung mekanisme pendistribusian komoditas non pangan tersebut, dia mengatakan, hal itu masih akan dibicarakan di kalangan interen. “Jika memang pemerintah menugaskan BUMN tersebut untuk berperan bukan hanya beras namun termasuk minyak goreng, kedelai dan gula, ini yang jadi PR yang harus dilakukan,” katanya.
Sutarto menyebutkan, dalam 100 hari pihaknya akan menyusun rancangan-rancangannya sehingga diharapkan akan segera bisa direalisasikan. “Kita tentunya dalam waktu lima tahun ini harus sudah memiliki rancangan dari aspek PSO maupun dari aspek corporate. Rancangan dalam 100 hari harus sudah ada,” katanya.
Sementara itu mulai 2010, tambahnya, rancangan tersebut harus sudah dapat diimplementasi secara bertahap, hingga 2014. (dtf/ant)

