Luthfi Jadi Presiden PKS Gantikan Tifatul
MedanBisnis – -Jakarta
Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq diangkat sebagai Presiden PKS menggantikan Tifatul Sembiring yang mengundurkan diri karena diangkat menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
“Luthfi Hasan diangkat sebagai Presiden PKS oleh Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, dalam rapat majelis syuro di DPP PKS, Jumat (23/10) malam,” kata Sekjen DPP PKS, Anis Matta, Minggu (25/10).
Anis mengatakan, sesuai AD/ART PKS, pimpinan PKS yang mendapat amanah sebagai pejabat publik harus mengundurkan diri dari DPP PKS agar dapat berkonsentrasi menjalankan tugas-tugasnya. Dikatakan Anis Matta, selain Tifatul, ada 3 kader PKS yang mendapat amanah sebagai menteri, yakni Suharna Surapranata (Menristek), Suswono Menteri Pertanian, dan Salim Segaf Al Jufri (Mensos).
Menurut Anis, posisi Suharna sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS digantikan Untung Wahono, yang sebelumnya Ketua Bidang Polhukam DPP PKS. Jabatan Suswono sebagai Wakil Sekjen Bidang Organisasi serta Ketua Wilayah Dakwah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, masing-masing digantikan Budiyanto (wakil sekjen) dan Agus Purnomo (ketua wilayah dakwah).
Menurut Anis, satu kader PKS lainya Salim Segaf Al Jufri tidak menduduki jabatan struktural di kepengurusan partai, sehingga tidak ada kader lain yang menggantikannya.
Presiden PKS, Ketua MPP PKS dan pengurus DPP PKS lainnya yang baru diangkat, kata dia, akan segera dilantik oleh Ketua Majelis Syuro DPP PKS sebagai pejabat definitif.
Menurut Anis, proses pergantian pengurus berjalan cepat dan tenang, tidak ada gejolak, karena kriteria penggantiannya sudah jelas, sehingga figur yang akan menggantikannya juga sudah jelas.
Anis, meskipun saat ini menduduki pejabat publik, yakni wakil Ketua DPR, namun tidak diganti. Ia dianggap masih layak untuk memegang posisi strategis ketiga setelah Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS. “Sekjennya tetap Ustad Anis Matta. Beliau dianggap masih paling layak menempati posisi itu,” kata sumber di DPP PKS. Menurut salah satu anggota DPR dari PKS ini, Anis tetap diposisikan sebagai Sekjen karena dianggap representasi anak muda PKS. Selain itu Anis juga dinilai cukup lincah dan dapat diterima semua kader PKS.
Eks Afghanistan
Anis Matta membantah keras isu yang menyebutkan bahwa Luthfi Hasan Ishaq merupakan alumnus perang Afghanistan. Yang benar, Luthfi lulusan program master di Pakistan.
“Nggak bener (veteran perang Afghanistan). Beliau kuliah di Pakistan, master di sana,” katanya.
Menurut Anis, selain pernah sekolah di Pakistan, Luthfi juga lama tinggal di Eropa. “Beliau pernah tinggal di Eropa cukup lama. Pernah tugas di Belanda beberapa tahun ketika diberi tugas supervisor pengembangan PKS di Eropa,” imbuhnya. (ant/dcn)

