Bank-bank Sentral Terkemuka Perketat Peraturan Bank

Ekonomi Dunia 08-09-2009

MedanBisnis – Jenewa
Para gubernur bank sentral terkemuka, Minggu, mengatakan mereka sudah sepakat mengenai sebuah paket langkah-langkah untuk memperketat peraturan dan pengawasan industri perbankan pasca krisis keuangan.
“Langkah-langkah akan mengurangi secara substansial probabilitas dan tingkat keparahan ekonomi dan tekanan keuangan,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlements (BIS) yang berbasis di Basel.
Persetujuan dirancang dalam gerakan meningkatkan revisi langkah-langkah “Basel II” diselesaikan pada bulan Juli, yang mensyaratkan bank-bank meningkatkan modal dan memperbaiki kekurangannya akibat runtuhnya pasar kredit dan pasar keuangan tahun lalu.
“Hingga hari ini, perjanjian telah dicapai antara 27 negara-negara besar dunia yang penting karena mereka menetapkan standar baru untuk pengaturan dan pengawasan perbankan di tingkat global,” kata Kepala Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet, yang memimpin rapat.
Pengawas keuangan nasional juga mendesak untuk memastikan bahwa pembayaran atau kompensasi bagi para bankir komersial adalah “benar selaras dengan kinerja jangka panjang dan bijaksana berani mengambil risiko,” tambah Nout Wellink, ketua Komite Basel dan kepala bank sentral Belanda.
Namun, pertemuan itu tidak menetapkan tanggal pasti untuk pelaksanaan paket, yang akan keluar dalam bulan-bulan mendatang.
Gubernur bank sentral dan supervisor yang bertemu di Basel membentuk badan pengawas Komite Basel dan Pangawas Petbankan (Basel Committee on Banking Supervision).
Rancangan langkah-langkah itu pertama kali diperkenalkan pada bulan Januari. Persetujuan prinsip terutama untuk meningkatkan standar utama “tingkat satu” persyaratan modal bank-bank komersial untuk meningkatkan “kualitas, konsistensi dan transparansi,” kata pernyataan itu.
“Bank akan dipersyaratkan untuk bergerak segera meningkatkan tingkat dan kualitas modal untuk standar baru, tetapi dengan cara yang mempromosikan stabilitas sistem perbankan nasional dan ekonomi yang lebih luas,” katanya menambahkan.
Para gubernur bank sentral mendukung prinsip minimum standar global untuk dana likuiditas, serta kerangka kerja untuk mewajibkan bank membangun penyangga modal “countercydical” permanen yang dapat digunakan selama periode keuangan mengalami kekacauan.
“Langkah-langkah ini akan menghasilkan persyaratan modal dan likuiditas lebih tinggi dari waktu ke waktu dan leverage kurang dalam sistem perbankan, procyclicality kurang, dan memperbesar ketahanan terhadap stres sektor perbankan,” kata Wellink.
Langkah-langkah akan diuraikan pada akhir tahun dan diuji dan disempurnakan hingga akhir 2010, menurut pernyataan. Mereka akan dilaksanakan secara bertahap di dalam suatu cara “yang tidak menghalangi pemulihan ekonomi riil”.
Pertemuan para gubernur bank sentral bersamaan dengan pertemuan para menteri keuangan G20 di London hari Sabtu yang menghasilkan kompromi bankir membayar dan meninggalkan beberapa masalah keuangan yang luar biasa.
Menteri Keuangan AS Tim Geithner pergi ke London mencari sebuah kesepakatan memastikan bahwa bank-bank lebih siap untuk masa sulit. Tapi dia mengakui setelah itu: “Kita masih perlu untuk mencapai kesepakatan di tingkat rasio modal.”
Di tengah perbedaan pendapat dalam barisan mereka, para menteri G20 mengecewakan pembatasan bankir membayar namun berjanji untuk imbalan jangka panjang, bukan keberhasilan jang-ka pendek. Sebagian besar isu dibiarkan untuk pertemuan penting para pemimpin G20 di kota Pittsburgh, Amerika Serikat pada 24-25 Agustus.
Persyaratan modal mendukung sebuah usaha dan deposito bank.
Cadangan modal yang memadai akan membantu menghindari keruntuhan tiba-tiba seperti yang terjadi setahun yang lalu, menimbulkan krisis keuangan dan paket dukungan negara besar-besaran bagi bank-bank besar di beberapa negara ekonomi utama.
Basel II yang diselesaikan pada tahun 2004, sudah diperkuat dan diperluas pada standar modal awal bank internasional. Tetapi butuh beberapa tahun untuk bernegosiasi di tengah resistensi terhadap beberapa kriteria dalam industri perbankan. (ant/afp)

Artikel lainnya (Random)

Terpopuler Minggu Ini