Hari Pertama Masuk Sekolah
Siswa SMAN 4 Siantar Robohkan Pagar Seng

Umum 14-07-2009

*jannes silaban
MedanBisnis – Siantar
Hari pertama masuk sekolah setelah masa liburan, Senin (13/7), siswa SMAN 4 Pematangsiantar dikejutkan dengan keadaan sekolahnya yang sudah dipagar seng oleh pemko setempat. Mereka juga semakin kesal dengan keberadaan sejumlah petugas kepolisian dan Satpol PP sedang berjaga-jaga di gerbang sekolah yang berada di Jalan Pattimura tersebut.
Tak terima dengan keberadaan pagar seng itu, para siswa mengamuk, lantas merobohkan seng tersebut. Karena seng dipasang rapat, siswa sempat kewalahan menarik. Akhirnya, beberapa siswa memutuskan memanjat pagar untuk mencabut seng yang dipaku pada tiang penyangga.
Para guru terlihat terkesan membiarkan amukan siswa. Mereka lebih memilih duduk-duduk di sekitar taman sekolah. Sementara aparat petugas kepolisian dan Petugas Satpol PP tidak berbuat banyak. Mereka membiarkan aksi para siswa tersebut.
Sejumlah pejabat pemko, di antaranya Asisten I Jonson Simanjuntak dan Kakan Satpol PP M Sitanggang mendatangi sekolah, diikuti Kadis Pendidikan dan Pengajaran (Penjar) Surung Siallagan, yang datang kemudian.
Kepada wartawan, Jonson menjelaskan bahwa penutupan gedung sekolah dengan pagar seng itu dilakukan untuk menindaklanjuti kesepakatan Pemko dan DPRD Siantar pada April 2007 lalu bahwa lahan berikut gedung sekolah tersebut dijual kepada investor. Lokasi SMAN 4 dan SDN 122350 yang berada di sebelahnya dipindahkan ke tempat lain. Soalnya, lahan itu sudah dijual kepada PT Sari Detis Indah untuk digunakan areal bisnis.
“Jadi, ini (pemasangan seng) untuk mengamankan kegiatan belajar-mengajar,” ujarnya.
Surung Siallagan menambahkan, pemindahan sekolah ini sudah sesuai prosedur. Diakuinya, awalnya memang pihaknya masih mengarahkan kelas I saja yang dipindahkan. Namun setelah adanya hasil kajian dari tim pemindahan, kelas II dan III juga sudah bisa dipindahkan.
Anggota komite sekolah Jansen Napitu menyesalkan langkah pemko yang memindahkan siswa, khususnya kelas 2 dan 3 ke lokasi baru di Jalan Gunung Siabayak. Padahal, sebelumnya, pihaknya telah menerima surat edaran dari Dinas Penjar bahwa siswa yang dipindahkan hanya kelas I, sementara kelas II dan III belum dipindahkan.
“Dalam pemindahan ini, kita anggota komite sekolah tidak dilibatkan. Hal inilah pemicu amukan siswa,” ujarnya.
Usai menurunkan semua seng yang dipasang, siswa SMAN 4 masih berkumpul di halaman sekolah. Dengan menggunakan alat pengeras, terdengar seorang siswa, yang disambut riuh ratusan teman-temannya menyatakan akan tetap mengadakan perlawanan jika ada pihak yang mencoba memindahkan SMAN 4.

Artikel lainnya (Random)

Terpopuler Minggu Ini