PKS Usulkan Ibukota Sumut Dipindah
MedanBisnis – Medan
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui ketua fraksinya di DPRD Medan Ikrimah Hamidi mengusulkan ibukota Propinsi Sumatera Utara dipindah ke daerah lain, sehingga pembangunan tidak lagi terpusat di Medan.
Ia menyebutkan, pemindahan ibukota ini dengan alasan agar pemerataan pembangunan di propinsi ini merata ke setiap daerah. Pasalnya, selama ini pembangunan terpusat di Kota Medan.
“Pemindahan ibukota sebuah propinsi bahkan negara bukanlah sesuatu yang aneh. Malaysia bisa jadi salah satu contoh sukses menerapkan konsep pemindahan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke daerah pinggiran yang dikenal dengan sebutan Putra Jaya,” ujarnya, di Medan, Minggu (5/7).
Pemindahan pusat pemerintahan itu, jelas Ikrimah, ternyata tak lantas membuat Kota Kuala Lumpur kehilangan daya tarik dan pembangunan menjadi stagnan. Sebaliknya, kota metropolitan itu terus berkembang dan lebih memungkinkan untuk ditata ulang.
“Kota Medan yang menghadapi banyak persoalan akibat pembangunan yang terkonsentrasi di inti kota tak ada salahnya mengikuti kebijakan seperti Pemerintah Malaysia,” imbuhnya.
Ikrimah menyebutkan, saat ini Kota Medan harus menghadapi persoalan urbanisasi yang pada gilirannya melahirkan kawasan-kawasan kumuh. Belum lagi persoalan-persoalan yang menyertai, sehingga konsentrasi pemerintah kota menjadi terpecah.
Selain itu, konsep kota metropolitan yang digaungkan Pemerintah Kota Medan saat ini tidak mungkin berjalan jika pembangunan masih tetap terpusat di inti kota.
Untuk itu harus ada daerah-daerah penyanggga atau satelit yang juga baru akan tumbuh jika terjadi pemerataan.
Namun, kata dia, daerah-daerah satelit itu baru akan berkembang jika pemerintah daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Medan, seperti Binjai dan Deliserdang memiliki visi sama dalam pengembangan wilayah.
Peran pemerintah propinsi menurut Ikrimah jelas cukup besar dalam menyatukan persepsi antarpemerintah Kota Medan dengan lainnya. Sudah seharusnya pula, tidak ada lagi egoisme kedaerahan dalam pembangunan dan untuk kesejahteraan masyarakat.
Namun terlepas dari kerja sama wilayah yang konsepnya juga saat ini sudah dimunculkan dengan sebutan Mebidang-ro (Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo), Ikrimah mengatakan, pemindahan ibukota sebagai sesuatu yang cukup realistis.
Ia mengharapkan pemindahan pusat pemerintahan akan melahirkan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan. Otomatis pembangunan dan pengembangan ekonomi juga akan bergeser dan Medan bisa lebih leluasa menata diri. (ant)

