Menakertrans: Pengiriman TKI Alami Penyusutan

Industri 24-03-2009

*ramita harja
MedanBisnis – Medan
Meski dilanda krisis, pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sumut masih memiliki peluang besar. Kendati diakui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Erman Suparno, sudah mengalami penyusutan atau pengurangan. Dan, penyusutan pengiriman TKI itu terjadi pada sektor elektronik dan garmen.
“Misalnya saja pengusaha-pengusaha di Timur Tengah dan Asia Pasifik. Perusahaan di sana mengalami kekurangan order. Untungnya negara tersebut masih memiliki peluang kerja di sektor lainnya. Yang terpenting tidak ada pemaksaan,” kata menteri usai mengahdiri pertemuan dengan mahasiswa Panca Budi, Senin (23/3), di Medan.
Tercatat, sekitar 23.600 TKI yang masih memiliki kesempatan pindah kerja ke sektor lainnya. Selain itu, kata Menakertrans, yang lebih diutamakan dipulangkan adalah TKI yang sudah habis masa kontrak. Sampai pada Februari 2009, sebanyak 10.300 TKI secara nasional sudah dipulangkan ke daerah asalnya dan data TKI yang dipulangkan juga secara regular.
Akan tetapi, lanjutnya, di Sumut baru saja mengirim TKI ke Malaysia dalam jumlah lumayan besar, yakni 1.500    orang. Negara yang bersangkutan juga tidak tinggal diam, begitu pula dengan pemerintah tidak boleh lengah.
Dari data Balai Perlindungan Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut pada Februari tercatat 1.324 TKI yang dipulangkan melalui tiga pintu masuk. Antara lain dari Bandara Polonia Medan, Pelabuhan Belawan, dan Teluk Nibung Tanjung Balai. Sedangkan pada Januari tercatat sekitar 1.250 TKI.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), Irwanto Tampubolon mengatakan, pada Jumat lalu pihaknya baru saja mengirim sekitar 200 TKI ke Malaysia.

Artikel lainnya (Random)

Terpopuler Minggu Ini