Perumahan Konsep Islami dan “Hijau” di Green Tasbeh

Infrastruktur 24-09-2008

*cw-14
MedanBisnis – Medan
Maraknya hunian yang memakai konsep hunian islami menarik perhatian pengembang PT Artha Inti Graha (PT AIG) untuk meneruskan proyek perumahan bernuansa islami. Jika proyek perdananya dinamakan Al Balam Regency, proyek ke empat PT AIG dinamakan Green Tasbeh.

“Hunian kita memang khusus muslim karena setiap rumah kita fasilitasi dengan ruangan musholla,” ujar Manajer Pemasaran Graha Realty, Zulkhairi Batubara kepada MedanBisnis di kantornya Jalan Dr Mansyur No 152 B Medan, Selasa (23/9).
Selain musholla, hunian dibuat tidak berpagar dengan tujuan untuk menghindari sifat individualisme, di mana dalam Islam dikatakan setiap muslim itu bersaudara.
“Selain itu toilet yang kami buat tidak membelakangi kiblat dan bahan bangunannya bebas dari yang tidak halal serta dilarang memelihara binatang yang dapat memicu kericuhan bertetangga,” ujar Zulkhairi.
Diakuinya, perumahan dengan konsep Islami ini lebih cepat laku. Terbukti dari total 17 unit yang akan dibangun setelah Lebaran nanti, 7 unitnya sudah terjual. Alasannya, dari pengalaman proyek-proyek huniannya terdahulu yang juga menggunakan konsep islami, masyarakat lebih menaruh kepercayaan kepada perumahan dengan konsep yang sama.
“Kita juga tidak mau main-main dengan nama yang dipakai, karena tanggung jawab nama tersebut bukan hanya kepada pembeli tapi juga kepada Tuhan,” ujar Zulkhairi.
Konsep hijau yang dimaksud, kata Zulkhairi, dari 30% luas tanah (100m2) per unitnya akan dibangun untuk taman. “Taman akan dibuat di depan, samping, dan di atas car port karena rumah ini semuanya tingkat dua dan bertipe 100,” ujar Zulkhairi.
Selain itu, akan dibuat bak penampung air hujan sebelum dialirkan ke parit besar. Tujuannya, kata Zulkhairi, untuk menghindari risiko banjir.
Sistem keamanan pun dilaksanakan dengan tidak sembarang orang dapat masuk ke lokasi perumahan. “Jadi tamu sebelumnya harus melapor dulu ke security dan nanti security akan bertanya dulu ke penghuni melalui monitor. Jika tamu tidak dikenal identitasnya ya boleh ditolak masuk,” kata Zulkhairi lagi.
Rencananya, setiap dua rumah yang akan dibangun nantinya dengan rumah lain akan diberi jarak 6 meter untuk mendapatkan kesan view (pemandangan) lebih bebas. Dapat disimpulkan konsep landed apartment yang juga diterapkan memberikan pandangan lepas tidak hanya ke depan, tapi juga ke samping.
“Di samping itu, 6 meter tanah yang dibebaskan dari bangunan juga berguna untuk menghemat energi karena rumah jadi tidak terlalu panas karena berdempetan. Maksudnya sirkulasi udara jadi lebih baik,” ujar Zulkhairi.

Artikel lainnya (Random)

Terpopuler Minggu Ini